<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PERMATARIKA</title>
	<atom:link href="http://permatarika.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://permatarika.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Dec 2008 03:34:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='permatarika.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/fc91899b296c3031fe653d53e98cfbd2?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>PERMATARIKA</title>
		<link>http://permatarika.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://permatarika.wordpress.com/osd.xml" title="PERMATARIKA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://permatarika.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://permatarika.wordpress.com/2008/12/09/19/</link>
		<comments>http://permatarika.wordpress.com/2008/12/09/19/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 03:34:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>permatarika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permatarika.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Wakatobi Pusat Penelitian Bawah Laut Dunia (05-12-2008) - Wakatobi &#8211; Kekayaan keragaman hayati atau biodiversity terumbu karang di kawasan Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara, bukan cuma menarik untuk kepentingan pariwisata, melainkan juga ilmu pengetahuan dan penelitian. Bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Eropa, Pemerintah Kabupaten Wakatobi akan menjadikan Taman Nasional Wakatobi sebagai pusat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=permatarika.wordpress.com&amp;blog=5750196&amp;post=19&amp;subd=permatarika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wakatobi Pusat Penelitian Bawah Laut Dunia<br />
(05-12-2008) -<br />
Wakatobi &#8211; Kekayaan keragaman hayati atau biodiversity terumbu karang di kawasan Taman Nasional Wakatobi,<br />
Sulawesi Tenggara, bukan cuma menarik untuk kepentingan pariwisata, melainkan juga ilmu pengetahuan dan<br />
penelitian. Bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Eropa, Pemerintah Kabupaten Wakatobi akan<br />
menjadikan Taman Nasional Wakatobi sebagai pusat keunggulan dunia untuk penelitian bawah laut.<br />
&amp;rdquo;Proses pembangunan pusat keunggulan penelitian bawah laut dunia itu sedang dalam persiapan,&amp;rdquo; kata<br />
Hugua, Bupati Wakatobi, di Wangi-wangi, Wakatobi, Kamis (4/12).<br />
Hugua menyebutkan, Wakatobi layak mengklaim sebagai surga nyata bawah laut di jantung segitiga terumbu karang<br />
dunia yang meliputi enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Niugini, Pulau Solomon, dan Timor Leste.<br />
Taman Nasional Wakatobi memiliki 750 jenis terumbu karang dari 850 jenis terumbu karang di dunia.<br />
&amp;rdquo;Dari tiga pusat penyelaman kelas dunia, Wakatobi lebih unggul dan menakjubkan. Ini sudah diakui dunia. Karibia<br />
hanya punya 50 jenis terumbu karang, sedangkan Laut Merah (Mesir) punya 300 jenis terumbu karang,&amp;rdquo; jelas<br />
Hugua.<br />
Selama ini, peneliti dari sejumlah negara datang ke Wakatobi untuk meneliti biodiversity bawah laut. Bahkan, pada 2009<br />
ratusan peneliti dunia akan mengadakan pertemuan untuk presentasi soal kajian bawah laut di Wakatobi.<br />
Sebagai tahap awal, kata Hugua, Pemkab Wakatobi menyiapkan bangunan di Pulau Hoga untuk menjadi laboratorium<br />
lahan basah (wetland laboratorium) pada 2009. Untuk sumber energi, dikembangkan dari tenaga air, angin, atau<br />
matahari.<br />
Veda Santiaji, Project Leader Joint Program The Nature Conservancy-WWF untuk Taman Nasional Wakatobi,<br />
mengatakan sumber daya alam di Wakatobi sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai laboratorium alam yang<br />
luar biasa. WWF mengidentifikasi delapan sumber daya alam yang penting di Taman Nasional Wakatobi.<br />
Sumber daya alam di Wakatobi itu meliputi terumbu karang, mangrove, lamun atau padang rumput laut (sea grass),<br />
daerah pemijahan ikan, mamalia laut, burung-burung migrasi, peneluran penyu, dan ikan-ikan pesisir. &amp;rdquo;Tetapi<br />
yang penting, Pemkab Wakatobi harus tegas soal zonasi wilayah yang sudah disepakati,&amp;rdquo; kata Veda.<br />
Sumber:<br />
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/05/00381710/wakatobi.pusat.penelitian.bawah.laut.dunia<br />
http:/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/permatarika.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/permatarika.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/permatarika.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/permatarika.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/permatarika.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/permatarika.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/permatarika.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/permatarika.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/permatarika.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/permatarika.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/permatarika.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/permatarika.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/permatarika.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/permatarika.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=permatarika.wordpress.com&amp;blog=5750196&amp;post=19&amp;subd=permatarika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permatarika.wordpress.com/2008/12/09/19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dca87186d3226e5ff9a8f405d6d0ff38?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">permatarika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://permatarika.wordpress.com/2008/12/09/18/</link>
		<comments>http://permatarika.wordpress.com/2008/12/09/18/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 03:33:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>permatarika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permatarika.wordpress.com/2008/12/09/18/</guid>
		<description><![CDATA[Wakatobi Pusat Penelitian Bawah Laut Dunia (05-12-2008) - Wakatobi &#8211; Kekayaan keragaman hayati atau biodiversity terumbu karang di kawasan Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara, bukan cuma menarik untuk kepentingan pariwisata, melainkan juga ilmu pengetahuan dan penelitian. Bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Eropa, Pemerintah Kabupaten Wakatobi akan menjadikan Taman Nasional Wakatobi sebagai pusat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=permatarika.wordpress.com&amp;blog=5750196&amp;post=18&amp;subd=permatarika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wakatobi Pusat Penelitian Bawah Laut Dunia<br />
(05-12-2008) -<br />
Wakatobi &#8211; Kekayaan keragaman hayati atau biodiversity terumbu karang di kawasan Taman Nasional Wakatobi,<br />
Sulawesi Tenggara, bukan cuma menarik untuk kepentingan pariwisata, melainkan juga ilmu pengetahuan dan<br />
penelitian. Bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Eropa, Pemerintah Kabupaten Wakatobi akan<br />
menjadikan Taman Nasional Wakatobi sebagai pusat keunggulan dunia untuk penelitian bawah laut.<br />
&rdquo;Proses pembangunan pusat keunggulan penelitian bawah laut dunia itu sedang dalam persiapan,&rdquo; kata<br />
Hugua, Bupati Wakatobi, di Wangi-wangi, Wakatobi, Kamis (4/12).<br />
Hugua menyebutkan, Wakatobi layak mengklaim sebagai surga nyata bawah laut di jantung segitiga terumbu karang<br />
dunia yang meliputi enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Niugini, Pulau Solomon, dan Timor Leste.<br />
Taman Nasional Wakatobi memiliki 750 jenis terumbu karang dari 850 jenis terumbu karang di dunia.<br />
&rdquo;Dari tiga pusat penyelaman kelas dunia, Wakatobi lebih unggul dan menakjubkan. Ini sudah diakui dunia. Karibia<br />
hanya punya 50 jenis terumbu karang, sedangkan Laut Merah (Mesir) punya 300 jenis terumbu karang,&rdquo; jelas<br />
Hugua.<br />
Selama ini, peneliti dari sejumlah negara datang ke Wakatobi untuk meneliti biodiversity bawah laut. Bahkan, pada 2009<br />
ratusan peneliti dunia akan mengadakan pertemuan untuk presentasi soal kajian bawah laut di Wakatobi.<br />
Sebagai tahap awal, kata Hugua, Pemkab Wakatobi menyiapkan bangunan di Pulau Hoga untuk menjadi laboratorium<br />
lahan basah (wetland laboratorium) pada 2009. Untuk sumber energi, dikembangkan dari tenaga air, angin, atau<br />
matahari.<br />
Veda Santiaji, Project Leader Joint Program The Nature Conservancy-WWF untuk Taman Nasional Wakatobi,<br />
mengatakan sumber daya alam di Wakatobi sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai laboratorium alam yang<br />
luar biasa. WWF mengidentifikasi delapan sumber daya alam yang penting di Taman Nasional Wakatobi.<br />
Sumber daya alam di Wakatobi itu meliputi terumbu karang, mangrove, lamun atau padang rumput laut (sea grass),<br />
daerah pemijahan ikan, mamalia laut, burung-burung migrasi, peneluran penyu, dan ikan-ikan pesisir. &rdquo;Tetapi<br />
yang penting, Pemkab Wakatobi harus tegas soal zonasi wilayah yang sudah disepakati,&rdquo; kata Veda.<br />
Sumber:<br />
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/05/00381710/wakatobi.pusat.penelitian.bawah.laut.dunia<br />
http:/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/permatarika.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/permatarika.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/permatarika.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/permatarika.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/permatarika.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/permatarika.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/permatarika.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/permatarika.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/permatarika.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/permatarika.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/permatarika.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/permatarika.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/permatarika.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/permatarika.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=permatarika.wordpress.com&amp;blog=5750196&amp;post=18&amp;subd=permatarika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permatarika.wordpress.com/2008/12/09/18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dca87186d3226e5ff9a8f405d6d0ff38?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">permatarika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://permatarika.wordpress.com/2008/12/09/14/</link>
		<comments>http://permatarika.wordpress.com/2008/12/09/14/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 03:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>permatarika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permatarika.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Waspadai Lingkar Pinggang Anda Desember 9, 2008 pada 2:34 am (1) Tags: Kesehatan Waspadai lingkar pinggang anda http://www.medicastore.com/images/ukur_lingkar_pinggang.jpgKegemukan yang secara umum ditandai dengan perut buncit ini telah menjadi wabah baru di dunia, tak terkecuali Indonesia. Sebagian orang mungkin masih ada yang mempercayai mitos bahwa kegemukan identik dengan kemakmuran. Padahal perut buncit membuat si pemilik tubuh rentan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=permatarika.wordpress.com&amp;blog=5750196&amp;post=14&amp;subd=permatarika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="post-22" class="post hentry category-1 tag-kesehatan">
<h2 class="posttitle"><a title="Taut Tetap ke Waspadai Lingkar Pinggang Anda" rel="bookmark" href="http://syarifuddin.wordpress.com/2008/12/09/waspadai-lingkar-pinggang-anda/">Waspadai Lingkar Pinggang Anda</a></h2>
<p class="postdate">Desember 9, 2008 pada 2:34 am									(<a title="Lihat seluruh tulisan dalam 1" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/1/">1</a>)<br />
Tags: <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/kesehatan/">Kesehatan</a></p>
<div class="postentry">
<div class="snap_preview">
<p>Waspadai lingkar pinggang anda</p>
<p>http://www.medicastore.com/images/ukur_lingkar_pinggang.jpgKegemukan yang<br />
secara umum ditandai dengan perut buncit ini telah menjadi wabah baru di<br />
dunia, tak terkecuali Indonesia. Sebagian orang mungkin masih ada yang<br />
mempercayai mitos bahwa kegemukan identik dengan kemakmuran. Padahal perut<br />
buncit membuat si pemilik tubuh rentan terhadap penyakit jantung dan<br />
diabetes mellitus yang berkaitan dengan risiko kardiometabolik.</p>
<p>Menurut dr Sunarya Soerianata, SpJP (K), seorang ahli jantung dari RS<br />
Jantung Harapan Kita, “Penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab<br />
kematian paling tinggi dibandingkan kanker, diabetes dan penyakit saluran<br />
napas bagian bawah.”</p>
<p>Tidak perlu pemeriksaan laboratorium yang mahal untuk mengetahui risiko anda<br />
akan kardiometabolik. Caranya cukup mudah dan murah yaitu dengan mengukur<br />
lingkar pinggang anda. Ukuran lingkar pinggang ternyata bisa digunakan<br />
sebagai parameter untuk mengetahui risiko terhadap penyakit akibat gaya<br />
hidup tidak sehat tersebut.</p>
<p>Risiko Kardiometabolik Bukanlah Penyakit</p>
<p>Risiko kardiometabolik sendiri bukanlah penyakit tapi merupakan sekelompok<br />
gangguan-gangguan yang secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dapat<br />
meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung dan diabetes.</p>
<p>Risiko kardiometabolik (cardiometabolic risk/CMR) terdiri dari faktor-faktor<br />
risiko yang dapat diubah, yang memudahkan orang rentan terhadap penyakit<br />
diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Sejumlah faktor-faktor tersebut muncul<br />
secara klinis di dalam kelompok-kelompok yang spesifik.</p>
<p>dr Sunarya Soerianata, SpJP (K), yang juga bertindak sebagai wakil ketua<br />
pelaksana 16th ASEAN Congress of Cardiology yang berlangsung bulan April<br />
2007 di Bali ini menjelaskan, ada faktor risiko yang tergolong sebagai<br />
faktor risiko “klasik” dan ada yang tergolong “baru”. Contoh faktor risiko<br />
“klasik” antara lain tekanan darah tinggi, kolesterol LDL (kolesterol jahat)<br />
dan gula darah yang sudah sering dievaluasi dan ditangani oleh dokter.</p>
<p>Adapun faktor-faktor lainnya dianggap sebagai faktor risiko “baru” misalnya<br />
kelebihan lemak perut, kolesterol HDL (kolesterol baik), resistensi insulin<br />
(ketidakmampuan tubuh merespons dan menggunakan insulin secara semestinya),<br />
serta peradangan (kadar adiponektin yang rendah atau kadar C-reactive<br />
protein yang tinggi). dr Sunarya, SpJP menambahkan bahwa faktor risiko<br />
“baru” ini sejak dulu kurang diperhatikan.</p>
<p>Dalam tahun-tahun terakhir ini, pengelompokan faktor-faktor CMR semakin<br />
menarik perhatian karena faktor-faktor itu sering timbul secara serentak.<br />
Contohnya, hampir 26% dari seluruh orang dewasa di seluruh dunia di bawah<br />
umur 60 tahun diketahui memiliki paling sedikit tiga dari lima faktor-faktor<br />
CMR yang termasuk di dalam kriteria sindrom metabolik.</p>
<p>Sadari Bahaya Lemak Perut</p>
<p>Kelebihan lemak perut (intra abdominal obesity) atau penimbunan jaringan<br />
lemak di dalam perut, berhubungan dengan faktor-faktor CMR lain seperti<br />
peningkatan trigliserida dan gula darah.</p>
<p>Riset menunjukkan bahwa jaringan adiposa (jaringan lemak) bukan hanya<br />
merupakan tempat penampungan lemak, tapi juga organ endokrin aktif yang<br />
melepaskan bahan-bahan kimia dan zat-zat tertentu ke dalam tubuh yang<br />
diketahui mempengaruhi metabolisme dan sistem kardiovaskuler.</p>
<p>“Semakin tinggi intra abdominal obesity maka kadar HDL akan turun yang<br />
berarti rendahnya proteksi tubuh terhadap aterosklerosis (penyempitan<br />
pembuluh darah oleh lemak),” ungkap dr Sunarya, SpJP.</p>
<p>Pelepasan bahan kimia dan zat ini dapat berkontribusi terhadap perkembangan<br />
faktor-faktor CMR seperti trigliserida tinggi dan peningkatan gula darah,<br />
meningkatkan risiko seseorang terhadap diabetes dan penyakit jantung.</p>
<p>Jadi, dengan memiliki perut buncit atau dengan kata lain lemak perut tinggi<br />
maka dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit diabetes tipe 2, yaitu<br />
diabetes yang paling umum terjadi pada masyarakat dengan gaya hidup tidak<br />
sehat.</p>
<p>Tidak mengherankan jika diprediksikan penderita diabetes di Indonesia akan<br />
naik dari 6,7% populasi pada tahun 2000 menjadi 10,6% populasi pada tahun<br />
2030.</p>
<p>Ukuran Lingkar Pinggang sebagai Marker</p>
<p>Biasanya, kegemukan diukur dengan indeks masa tubuh (BMI), akan tetapi<br />
penemuan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa kegemukan perut merupakan tanda<br />
yang lebih akurat untuk memprediksi serangan jantung daripada berat badan<br />
atau BMI.</p>
<p>dr. Sunarya, SpJP membenarkan bahwa mengukur lingkar pinggang merupakan<br />
suatu pengukuran yang sederhana dan berhasil mendeteksi orang yang akan<br />
mengalami diabetes dan penyakit jantung lainnya.</p>
<p>Berdasarkan penelitian, ukuran lingkar pinggang yang memiliki risiko besar<br />
adalah ?88 cm untuk wanita dan ?102 cm untuk pria. Namun, ukuran tersebut<br />
berlaku untuk ras Amerika, untuk Indonesia batasnya lebih kecil.</p>
<p>Banyak kemajuan telah dicapai untuk mengurangi prevalensi faktor-faktor CMR<br />
tertentu termasuk kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Meskipun<br />
demikian, masih ada sekitar 17 juta orang di seluruh dunia yang meninggal<br />
karena penyakit jantung setiap tahunnya.</p>
<p>Strategi penanganan kardiometabolik yang selalu dianggap efektif adalah<br />
dengan mengedukasi masyarakat terutama pasien karena risiko kardiometabolik<br />
dapat diubah. Namun, pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Untuk<br />
yang belum menjadi pasien, dihimbau untuk menjaga kesehatan dan mulai<br />
menjalani gaya hidup sehat.</p>
<p>dr. Sunarya, SpJP juga ingin mengingatkan kepada masyarakat mengenai ukuran<br />
lemak perut yang dapat digunakan sebagai marker untuk penyakit jantung dan<br />
diabetes. Lingkar pinggang mudah diukur dan bisa dilakukan oleh semua orang,<br />
tak terkecuali dengan anda. Silakan mencoba.</p></div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/permatarika.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/permatarika.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/permatarika.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/permatarika.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/permatarika.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/permatarika.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/permatarika.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/permatarika.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/permatarika.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/permatarika.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/permatarika.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/permatarika.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/permatarika.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/permatarika.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=permatarika.wordpress.com&amp;blog=5750196&amp;post=14&amp;subd=permatarika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permatarika.wordpress.com/2008/12/09/14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dca87186d3226e5ff9a8f405d6d0ff38?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">permatarika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://permatarika.wordpress.com/2008/12/08/11/</link>
		<comments>http://permatarika.wordpress.com/2008/12/08/11/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 05:56:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>permatarika</dc:creator>
				<category><![CDATA[rika permata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permatarika.wordpress.com/2008/12/08/11/</guid>
		<description><![CDATA[17 April 2008 Wakatobi, Pesona Ekowisata Laut Minggu, 13 April 2008 lalu, sebuah harian nasional melaporkan penunjukan Nadine Chandrawinata (24), Puteri Indonesia 2005, sebagai Duta Ekowisata Wakatobi oleh Bupati Wakatobi Ir. Hugua. Penerimaan gelar yang dilaksanakan di Wangi-wangi, ibu kota kabupaten Wakatobi itu didasarkan atas kepedulian sang mantan puteri Indonesia atas keadaan laut Indonesia dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=permatarika.wordpress.com&amp;blog=5750196&amp;post=11&amp;subd=permatarika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="art_calendar">17 April 2008</div>
<div id="art_title">Wakatobi, Pesona Ekowisata Laut</div>
<div id="art_desk">
<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;font-family:verdana,arial,helvetica,sans-serif;" align="justify"><span style="font-size:x-small;">Minggu, 13 April 2008 lalu, sebuah harian nasional melaporkan penunjukan <span style="text-decoration:none;">Nadine Chandrawinata (24), </span>Puteri Indonesia 2005, sebagai Duta Ekowisata Wakatobi oleh Bupati Wakatobi Ir. Hugua. Penerimaan gelar yang dilaksanakan di Wangi-wangi, ibu kota kabupaten Wakatobi itu didasarkan atas kepedulian sang mantan puteri Indonesia atas keadaan laut Indonesia dan kecintaannya akan olah raga menyelam. Beberapa saat sebelumnya, harian yang sama membicarakan aktivitasnya sebagai foto model dari sebuah buku fotografi bawah laut pertama yang dibuat oleh seorang fotografer Indonesia. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;font-family:verdana,arial,helvetica,sans-serif;" align="justify"><span style="font-size:x-small;">Menurut Nadine, kesediaannya menerima tawaran menjadi Duta Ekowisata Wakatobi karena kabupaten ini memiliki salah satu pemandangan laut terindah di Indonesia, bahkan di dunia. Ya, Wakatobi memang memiliki salah satu pemandangan bawah laut terindah. Hal ini terbukti dengan adanya sebuah Diving Resort di Pulau Onemooba. Resort Selam itu adalah milik seorang warga Swiss yang telah mengantongi kontrak untuk wilayah tersebut selama 30 tahun. Karena keindahannya, Pengusaha itu bahkan berani menanamkan modalnya hingga puluhan ribu dolar Amerika untuk menambah fasilitas yang ada. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;font-family:verdana,arial,helvetica,sans-serif;" align="justify"><span style="font-size:x-small;">Namun sayang, keberadaan resor selam kelas dunia tidak diikuti dengan kesejahteraan penduduk di pulau itu dan pulau-pulau sekitarnya. Sebuah LSM melaporkan bahwa beberapa oknum dari resor ini, yang juga penduduk lokal, melakukan intimidasi hingga disertai kekerasan fisik terhadap nelayan yang diketahui menangkap ikan di perairan yang telah dikapling resor tersebut. Walau dalam perjanjian warga nelayan hanya dilarang menangkap ikan dengan menggunakan bom atau sianida, intimidasi dan pemukulan tersebut tetap terjadi ketika nelayan hanya menangkap ikan dengan peralatan yang legal.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;font-family:verdana,arial,helvetica,sans-serif;" align="justify"><span style="font-size:x-small;">Kenyataan ini memantapkan keinginan Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi untuk segera membangun kawasan wisata selam dengan konsep ekowisata. Dengan seorang mantan Puteri Indonesia sebagai juru bicara, Pemda Wakatobi berharap wisata bawah laut daerah itu terkenal tidak hanya bagian resor milik perseorangan saja tetapi seluruhnya. Untuk mendukung pengembangan Ekowisata bawah laut, Pemda Wakatobi telah membangun <span style="text-decoration:none;">Resort Kaledupa di Pulau Hoga , Resort Binongko di Pulau Binongko dan Resort Tomia di Pulau Tomia. Lokasi yang dipilih adalah titik-titik terbaik untuk kegiatan menyelam, snorkeling, wisata bahari, berenang, berkemah, dan wisata budaya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;font-family:verdana,arial,helvetica,sans-serif;" align="justify"><span style="font-size:x-small;"><span style="text-decoration:none;">Wakatobi adalah singkatan dari Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, nama empat pulau terbesar di Kabupaten Wakatobi. </span>Kepulauan Wakatobi <span style="text-decoration:none;">seluas 306.680 ha ditetapkan sebagai </span>kawasan konservasi perairan laut sejak 30 Juli 1996. Kabupaten Wakatobi terletak di tenggara Pulau Buton dan  terbagi menjadi <span style="text-decoration:none;">4 kecamatan yakni Wangi Wangi (dengan ibukota kecamatan di Wanci), Kaledupa (beribukota di Ambeua), Tomia (Waha), dan Binongko (Rukuwa). Kepulauan yang sebelumnya bernama Tukang Besi ini berpenduduk sekitar 100.000 jiwa.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;font-family:verdana,arial,helvetica,sans-serif;" align="justify"><span style="font-size:x-small;"><span style="text-decoration:none;">Kabupaten Wakatobi memiliki potensi kelautan yang kaya. Secara keseluruhan, kawasan laut Wakatobi menyimpan kekayaan berupa 396 spesies karang laut. Jenis-jenis karang yang ditemukan antara lain <span style="font-style:italic;">Acrophora Spp, Dendrophyllia Spp, Favia Abdita, Echinopora Horrida, Favites Spp, Heliofungia Actiniformis, Holothuria Edulis, Lobophylla Spp, Montastrea Spp, Mycedium Spp, Millepora spp, Nepthea Spp, Oulophylla Crispa, Oxypora Spp, Pavona Clavus, P decussata, Platygira Lamellina, P.Pini, Porites Spp, Porithes Spp, Spirobranchus Giganteus, Symphyllia Spp, </span>dan<span style="font-style:italic;"> Turbinaria Frondens</span>.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;font-family:verdana,arial,helvetica,sans-serif;" align="justify"><span style="font-size:x-small;"><span style="text-decoration:none;">Jenis ikan yang menjadi penghuni laut Wakatobi antara lain <span style="font-style:italic;">Abudefduf Leucogaster, A. Saxatilis, Acanthurus Achilles, A. Aliosa, A. Mata, Amphiprion tricinctus, Chaetodon Specullum, Chelinus Undulatus, Chelmon Rostratus, Heniochus Acuminatus, H. Permutatus, Macolor Macularis (snapper), Napoleon Wrasse, Paramia Quinquelineata, Scarus Qibbus, </span>dan<span style="font-style:italic;"> S. Taeniurus.</span> Beberapa jenis biota laut lainya yaitu kima, lola, ikan, penyu, serta jenis-jenis lainnya</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;font-family:verdana,arial,helvetica,sans-serif;" align="justify"><span style="font-size:x-small;"><span style="text-decoration:none;">Sesuai dengan konsep ekowisata, Pemda mengajak peran serta aktif masyarakat Kabupaten Wakatobi untuk memelihara ekosistem pantai. Salah satu peran aktif masyarakat adalah dengan tidak menangkapan ikan dengan menggunakan bom dan racun cyanida, tidak mengambil biota laut yang dilindungi seperti penyu hijau, penyu sisik, kima, lola, serta tidak mengambil batu karang yang menjadi bagian terumbu karang. Pemda bersama beberapa LSM juga aktif melakukan pendampingan guna menumbuhkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian laut.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;font-family:verdana,arial,helvetica,sans-serif;" align="justify"><span style="font-size:x-small;"><span style="text-decoration:none;">Untuk mencapai kepulauan Wakatobi, para pengunjung harus transit di Makassar. Dari Makassar, pengunjung akan menempuh penerbangan selama 45 menit ke Kendari. Setelah itu, pengunjung akan menempuh perjalanan laut selama 9 jam menggunakan kapal motor menuju Wanci. Jika yang ditawarkan adalah pesona bawah laut yang sangat memukau di laut Wakatobi, tentu perjalanan yang sedikit melelahkan ini tidak akan menciutkan nyali anda. </span><em><span style="text-decoration:none;">(Rob/170408)</span></em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;font-family:verdana,arial,helvetica,sans-serif;" align="justify"><span style="font-size:x-small;"><em><span style="text-decoration:none;">Sumber: Dari berbagai sumber</span></em></span></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/permatarika.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/permatarika.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/permatarika.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/permatarika.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/permatarika.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/permatarika.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/permatarika.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/permatarika.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/permatarika.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/permatarika.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/permatarika.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/permatarika.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/permatarika.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/permatarika.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=permatarika.wordpress.com&amp;blog=5750196&amp;post=11&amp;subd=permatarika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permatarika.wordpress.com/2008/12/08/11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dca87186d3226e5ff9a8f405d6d0ff38?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">permatarika</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
